Minggu, 29 September 2013

Accidentally Travelling (1)


“What does the travelling means to you?” 

Welcome!

         Seperti biasa, setiap jumat sore, saya selalu sumringah pulang ke rumah. Kali ini, ada alasan tambahan untuk bertambah sumringah. Keluarga mengajak saya untuk berlibur sekaligus berziarah ke makam mbah buyut di Pandeglang. Yeay! Walaupun tanpa persiapan matang karena saya baru saja pulang dari Medan, namun tak sedikitpun menyurutkan semangat saya untuk mengabadikan tiap momen berharga selama perjalanan. And the journey have begun!
         Sudah lama rasanya kami tak berlibur bersama, bercengkrama dengan keluarga walau sempat terbersit rasa kasihan karena papalah yang harus menyetir non stop hingga ke tujuan. Sebenarnya, pengen sih bantu papa nyetir, cuma karena kondisinya saya memang tidak bisa nyetir dan kalau pun bisa papa pasti tidak mengizinkan, alhasil saya pun hanya duduk manis mengemil selama perjalanan. Hehe. *Pardon me, Dad =)* Perjalanan ditempuh selama kurang lebih 6 jam dengan convoy 4 mobil. Itu pun berbonus nyasar di tengah jalan. Ya biasalah, kurang peka satu sama lain, akhirnya satu nyasar repot yang lain. Hehe. Pukul 15.00 sampailah kami di kompleks pemakaman mbah buyut yang ternyata adalah Kapolwil Banten pertama , Kombes. Pol. Yoesoep Martadilaga. Memasuki kompleks pemakaman, hawa pun terasa beda. Sunyi sepi melingkupi bersama semilir angin yang membelai mesra kulit ini, seolah mengirimkan sebuah pesan kepada yang masih bernyawa. Persiapkanlah bekalmu sedini mungkin karena kita tak tahu kapan akan dipanggil menghadap Sang Maha. Bila sudah tiba waktunya, hanya doa yang menjadi teman kita. Harta duniawi yang dikumpulkan pun tak bermanfaat lagi. Renungan singkat, syarat makna dalam, khususnya untuk saya pribadi yang masih jauh dari kata cukup apalagi sempurna. Ketika perkenalan akan silsilah keluarga telah dipahami dan doa telah selesai dilantunkan, kami pun pamit. Ziarah menjadi salah satu pengingat yang nyata bahwa hidup adalah persinggahan fana untuk menyiapkan perbekalan menuju keabadian disana. Mudah-mudahan kami sekeluarga dapat bertemu di akhirat, berkumpul dalam surga-Mu ya Rabb. Amin.
        Perjalanan dilanjutkan ke sebuah private resort di selatan Jawa Barat. Tanjung Lesung Resort, memakan waktu 4 jam berkendara untuk dapat mencicipi salah satu keindahan alam Jawa Barat. Sepanjang jalan, kami disuguhkan dengan panorama pepohonan, rumah penduduk, serta pasir putih yang telah terlihat dari kejauhan. Angin laut pun mulai terasa bersemilir lembut. Dipadu dengan mentari senja yang bergradasi kemerah-merahan, rasanya tak sabar untuk segera sampai di tujuan. Tepat pukul 18.00, akhirnya, kami pun sampai di Tanjung Lesung. Sayang, karena sudah malam, kami tak sempat melihat mentari terbenam di ufuk barat. Namun, tak mengurangi rasa penasaran untuk segera menjejakkan kaki di pasir putih. Kami menginap di cottage tak jauh dari pantai. Kesan privat pun langsung terlintas tatkala masuk ke dalam kompleks cottage tersebut. Tak banyak orang yang berlibur disini. Hanya orang-orang tertentu saja yang menyambangi tempat ini. Tak seperti pantai Carita atau Anyer yang penuh dengan pengunjung. Usut punya usut, karena cottage ini permalamnya lumayan mahal, namun setelah ditilik lebih jauh ke dalam cottage, fasilitas yang ditawarkan pun tak sebanding. Misalnya, walau satu cottage terdiri dari 2 kamar, lantai atas dan bawah, namun ukurannya kecil untuk ukuran keluarga; kamar mandinya hanya 1 saja padahal kamarnya ada 2 dengan kondisi agak kotor dan terkesan biasa banget apalagi konsepnya yang mengusung naturalis kurang mendukung seperti selot kunci kamar mandi hanya menggunakan potongan kayu besar, ya jadi seperti pintu-pintu shaolin gitu deh, tidak praktis dan kurang elegan; tidak ada dapur untuk aktivitas masak memasak apalagi restonya lumayan jauh; serta kurangnya stop kontak untuk charge gadget pengunjung. Mungkin, desain cottagenya ini untuk pasangan yang bulan madu sehingga sangat minimalis. Untuk harga permalam sekitar 3 jutaan, terbilang sangat mahal. Ya, buat pengalaman sajalah. Yang penting sudah pernah mencicipi. Hehe. #1 (continue..)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

what do you think, guys?