Minggu, 21 Oktober 2012

Ruang dan Waktu

Ruang...
Sepi menggelayuti hati, laksana rumah tak berpenghuni
Ku duduk sendiri, menyesapi aroma kopi
Sambil berharap kau cepat datang mengisi kekosongan kursi
Ruang ini terasa hambar tanpa kau di sisi
Temaram lampu dan buku harianmu seolah menjadi teman berdiskusi
Kelebat bayangmu berloncatan indah dalam ruang otak ini
Membuat ruang pembuluh mendesirkan darah tak terkendali
Berharap dalam sekejap, kau cepat menepi dan menemani
Akankah pagi selalu berbalut sunyi tanpa menyisakan rasa rindu yang masih bertepi?
Akankah benih janji bertumbuh menjadi tunas cerita yang terealisasi?
Akankah ruang rindu selalu terbuka tanpa tereliminasi menjadi mimpi?  
Kopi ini sudah dingin
Kursi ini pun hanya disinggahi angin
Mungkin, dirimu lupa akan angan yang pernah merekah menjadi ingin
Rasa yang beku, jiwa yang terperangkap abstraksi labirin
Ruang yang hampa berselimutkan mungkin
Kutunggu kau di pelataran ruang hati yang mendingin
Waktu...
Kala memulai sebuah cerita
Dengan senja sebagai perantara
Detak waktu berjalan mengiringi bersama
Menunggu penantian fakta bahagia
Bahwa pada momen ini, kau menggenapi perasaan kita
Menghapus keganjilan masa
Merangkai kata, menyatukan frasa, dan mematrikan cinta
Demi kita berdua
Kini, aku terdiam membisu di antara jarak yang terpisah dan detik yang menari
Diri ini tak mampu untuk berlari mengejar janji
Seolah terperangkap dalam dentingan waktu yang melesat tanpa henti
Bertarung memperebutkan sebuah posisi
Terlena dengan kesibukan pribadi
Tanpa aku sadari
Membiarkan perasaannya untuk layu sendiri
Mengikis kasihnya sedikit demi sedikit hingga ke inti hati
Membekukan rasa rindunya hingga tiada berperi  
Ruang dan Waktu...
Mungkin, kita memang tak berjodoh dengan waktu
Mungkin, hati kita tak terperangkap dalam ruang yang sama  
                                ......
Senja menjingga, menarik hatiku untuk tersenyum
Mengganti rasa yang semu menjadi baru
Menunggu detik dalam ruang berpetak
Ia yang dulu pergi, kini datang kembali
Membawa asa yang tak kunjung tiba
Ia pun berbisik pelan,
Do you still love me?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

what do you think, guys?