Sabtu, 21 Januari 2012

everybody loves LOVE feeling :)



..(cerita ini hanya fiktif belaka apabila ada kesamaan situasi ataupun tokoh itu hanya kebetulan saja)-red.

        Ngomongin tentang cinta, pasti banyak banget kenangan indah dan mengesankan yang gak akan pernah dilupakan seumur hidup. Semua kenangan cinta tersebut akan selalu terbingkai manis di dalam piramida hati yang senantiasa mekar seiring dengan waktu yang mendewasakan kita. Tapi, gak semua pengalaman cinta itu berbuah manis dan indah loh..contohnya pengalaman cintaku yang kalo diinget-inget lagi pasti bikin geregetan dan pengen cepat-cepat terhapus di memori pikiran serta hatiku.. 

        Namanya braga. Dia adalah cowo paling care selama aku jadi jomblowati. Karena aku dan dia sama-sama aktif di organisasi kampus, jadi kami selalu bertemu setiap hari. Sekretariat adalah tempat favorit kami untuk ketemu, bercanda, ngobrol, curhat, sampai makan bareng. Walaupun dia sebenarnya adalah adik kelasku, tapi gak menghalangi niatan dia untuk deketin aku dan melakukan aktivitas bareng. Hal inilah yang membuat aku salut sama dia. Setiap hari, kita selalu menyempatkan diri buat sekedar sms-an yah at least ngebangunin, ngucapin selamat pagi, dan saling nyemangatin buat ngehadepin hari yang baru. Dia bener-bener care banget sama aku. Selama hidupku, belum pernah aku diperlakukan seistimewa ini apalagi sama makhluk yang berspesies cowok. Tapi, braga bener-bener bisa mengambil hatiku dan membuat aku yang notabene sebagai kakak kelasnya secara formal bisa terhanyut dalam setiap gerak-gerik langkah yang dia persembahkan hanya untukku.

     Dia termasuk salah satu cowok idola di fakultasku. Dia rupawan, organisatoris, friendly, gak sombong, dan pintar. Banyak cewek yang seangkatan maupun adik kelas dia yang menyukai dia. Namun, entah kenapa semua cewek yang mendekatinya selalu dia tolak secara halus. Bahkan, mantannya yang mengajaknya untuk balikan lagi pun ditolaknya mentah-mentah. Ooh.. gimana hati ini gak langsung terpaut dengannya melihat kenyataan ini? Hoho.. Sebenarnya, aku sendiri belum terlalu yakin dengannya. Gila aja..masa aku jadian ama adik kelas? Mau ditaruh dimana mukaku kalo sampai aku jadian ama dia. Dilema ini membuatku hanya diam dan tidak memberikan reaksi apapun pada sinyal yang dia berikan selama ini. Aku pura-pura tidak tahu dan tidak peka. Aku ingin mengetahui seberapa besar dan kuat untuk menungguku serta menyatakan perasaannya padaku.

      Hari terus berganti dan dia terus memberikan sinyal cintanya padaku. Dari mulai memberikan oleh-oleh sebuah t-shirt cantik dengan gambar karakterku, mengajak makan malam, sampai mengajakku nonton di bioskop sambil malam mingguan. Hal ini membuatku merasa bersalah karena telah menyia-nyiakan semua kebaikan dan rasa sayangnya padaku. Aku bingung. Sangat amat bingung. Di satu sisi aku sangat amat nyaman disampingnya, namun disisi lain, aku malu apabila aku jadian dengannya. Egoku berkata bahwa dia adik kelasku dan akan menjadi omongan orang bila kakak kelas cewek jadian dengan adik kelas cowok. Namun, aku akan merasa sangat berdosa bila aku menyia-nyiakan dan mempermainkan perasaannya. Maka, aku bertekad apabila ia menembakku dengan panah cintanya, aku akan menjawab: iya! aku sayang denganmu dan aku mau menjadi pacarmu saat ini dan mudah-mudahan untuk selamanya. Dan aku pun menunggu pernyataan cintanya dengan hati yang berbunga-bunga dan sangat siap.

        Hari yang ditunggu pun akan segera tiba. Hari ini, dia mengajakku untuk makan malam di sebuah resto kecil di kotaku. Dia menggandengku masuk dan memilih tempat duduk yang nyaman untuk kami berdua. Kemudian, kami memesan makanan dan aku berharap setelah ini dia menembakku. Detik demi detik berlalu. Dia tak kunjung menunjukkan tanda-tanda kalau dia mau menembakku. Dia malahan asik bercerita dan curhat tentang hubungannya dengan adik kelasnya yang juga adik kelasku. Dia bercerita mengenai kedekatan mereka dan orangtua cewek itu dengannya. Huh!! Bete sekali! Tapi yah mau gimana lagi. Cewek cuma bisa menunggu. Cowok yang bertindak. Huh!!! Tiga jam sudah dia bercerita tentang cewek tersebut yang membuatku semakin panas membara. Sepertinya dia tidak akan menembakku malam ini. Ya sudahlah apa boleh buat. Aku pun diam dan mendengarkan sambil sok-sok memberikan saran untuknya. Hmm.. malam semakin larut dan kami pun pulang. Sebelum pulang, dia mengelus kepalaku dan mengucapkan terima kasih atas malam ini. Sebelum aku turun dari kendaraan, dia membuatku terbang dengan kata-kata : luv u. Walaupun ternyata itu bukan kata-kata tembakannya buatku. Tapi aku merasa senang. Hmm…
      Beberapa hari..dia tidak pernah menghubungiku. Tidak ada kabar, apalagi sms. Aku resah. Apalagi sahabatku cerita padaku tentang cewek yang diceritakan braga padaku kemarin. Namanya nana dan dia ternyata disukai oleh banyak cowok di kampusku termasuk sobatku sendiri. Oh no!! nana memang dekat dengan braga tapi braga pun mengaku padaku kalau mereka hanya teman. Tidak lebih dari itu. Apalagi hari itu, sobatku membawa kabar tak sedap yang membuatku murka yaitu braga udah jadian ama nana!! Waaaah!! Tidaakk!! Braga tidak pernah cerita kepadaku tentang hal ini, padahal ini adalah berita yang sangat besar dan bisa membuat siapapun patah hati dibuatnya termasuk aku yang jelas-jelas dekat dengannya. Oh!! Aku pun memberanikan diri untuk sms dia. Awalnya dia berkelit atas berita tersebut dan dia bilang, itu cuma gosip semata. Aku tak percaya. Aku terus korek informasi darinya. Terus dan terus. Dan akhirnya, dia pun mengaku padaku kalo dia memang telah jadian dengan nana. Dunia serasa mau kiamat mendengar berita itu. Aku pun lemas lunglai dibuatnya. Braga yang selama ini mendekatiku, memberikan perhatian lebih kepadaku, sering mengucapkan kata : aku sayang kamu atau luv u kepadaku, serta pernah mencium keningku. Ternyata melakukan hal ini kepadaku. Semua itu ternyata bohong!! Bullshit!! Semua yang ia lakukan kepadaku semata hanya untuk aktualisasi diri bahwa ia bisa membuatku, kakak kelasnya bertekuk lutut dihadapannya. Aku pun sangsi kalo dia benar-benar sayang pada nana. Mungkin karena nana banyak yang menyukai dan nana pun pernah mengaku kalo dia suka sama braga, makanya braga pun mau jadian dengan nana. Yahh.. istilah lainnya sih ditolak sayang. Masa cewek populer di kalangan cowok satu fakultas ditolak gitu aja sama braga yang notabene juga cowok populer. Begitulah.. satu pelajaran yang bisa aku ambil dari kejadian ini, aku tidak boleh terlalu sayang dan percaya begitu saja dengan laki-laki karena dalam lautan bisa dijangkau tapi dalam hati siapa yang tau??

2 komentar:

dEe mengatakan...

oo begitu ceritanya...
sabar ya,deeeepp...

Devina mengatakan...

HAHA..bukan beb..itu kan hanya cerita fiktif belaka which is inspired by true story..hihihi

Posting Komentar

what do you think, guys?